Bentang Alam | kelompok belajar yang fokus pada pengelolaan data informasi berbasis web dan Geografic Information System (GIS).

Selamat Natal dan Tahun Baru 2009


 
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
  • default color

Home arrow Bagi Cerita arrow Artikel arrow Wifi LAN arrow Bazoka untuk Memperkuat Sinyal 3G
Bazoka untuk Memperkuat Sinyal 3G

By Bentang Alam,

Views : 2116    

Published in : Artikel, Wifi LAN


Antena Wajanbolic E-goen dan Bazoka untuk Memperkuat Sinyal 3G
 
ImageBelum lama ini saya bereksperimen mengakses internet dengan koneksi 3G menggunakan jasa layanan operator XL. Teknologi 3G menjadi menarik karena menjanjikan kecepatan tinggi sampai 3-4 Mbps jika memperoleh sinyal HSDPA dari operator 3G. Kalau tidak memperoleh koneksi 3G, kita bisa memperoleh kecepatan UMTS, yaitu sekitar 384 Kbps downstream dan sekitar 64 Kbps upstream, yang kira-kira setara dengan akses internet menggunakan teknologi ADSL Speedy.

Kecepatan 3-4 Mbps hanya bisa diperoleh kalau berada pada jarak dekat dengan base station, biasanya kurang dari 1 kilometer. Jika terlalu jauh dari base station, sampai 3-4 km dari base station ditambah banyak pelanggan 3G lain yang mengakses base station secara bersamaan, maka kecepatan yang akan di peroleh pelanggan biasanya akan turun sampai 300-400 Kbps atau kurang. Karakteristik jaringan 3G hampir mirip dengan CDMA, yaitu cell breathing. Artinya, kalau pengguna 3G di pusat sel tinggi, wilayah cakupan sel 3G akan menyempit.

Hal yang paling menyusahkan dengan 3G sama dengan teknologi wireless lainnya adalah sinyal yang tidak kuat karena base station-nya masih jarang atau terlalu jauh dari lokasi. Kita akan banyak tertolong jika pancaran sinyal cukup kuat untuk mencapai base station.

Solusi yang ditawarkan di sisi pelanggan biasanya menggunakan repeater 3G. Repeater ini biasanya digunakan di gedung-gedung perkantoran atau di mal-mal, dan sangat efektif untuk menaikkan sinyal dalam ruangan. Repeater pada dasarnya sebuah relai yang akan memancar ulang dan menguatkan pancaran dari telepon genggam ke arah base station maupun sebaliknya. Kira-kira mirip dengan relai televisi, hanya saja sifat repeater 3G dua arah.

Antena wajan

Bagi kita yang berada di rumah, penggunaan repeater 3G menjadi solusi yang lumayan mahal karena harganya memang tidak murah. Untuk itu, saya mencoba menggunakan USB modem 3G untuk membuat sendiri antena wajanbolic e-goen yang awalnya dirancang untuk WiFi hotspot di frekuensi 2,4 GHz menjadi antena 3G dan juga antena bazoka.


Detail berbagai antena wajanbolic e-goen untuk frekuensi 2.4GHz dapat dilihat pada alamat http://pg.photos.yahoo. com/ph/gunpwk/my_photos. Modal pembuatan antena wajanbolic/bazoka tidak besar, tidak sampai Rp 100.000.


Dalam percobaan ini saya menggunakan USB modem 3G buatan Option tipe GlobeSurfer iCON 7.2. Akses 3G dalam eksperimen ini menggunakan jaringan XL yang kebetulan mempunyai base station HSDPA pada jarak 2-3 km dari lokasi rumah saya di sekitar Kemayoran, Jakarta Utara.

Hasilnya mengagumkan, dan benar-benar ada kenaikan sinyal yang tinggi menggunakan antena wajanbolic e-goen maupun antena bazoka. Sinyal 3G tanpa antena menggunakan wajan hanya 19, setelah diberi wajan atau antena bazoka, sinyal naik menjadi 25 atau lebih jika tidak ada penghalang gedung atau pohon. Kenaikan sinyal 6 itu kira-kira sama dengan kenaikan sinyal yang diperoleh dengan menggunakan repeater 3G.

Rata-rata kecepatan yang diperoleh menggunakan antena wajanbolic e-goen dan bazoka hampir sama, 800 hingga 900 Kbps, dengan kecepatan puncak yang terdeteksi sekitar 1.100 Kbps dengan memaksa modem USB yang digunakan untuk tersambung ke base station HSDPA.


Perlu diingat bahwa jarak antara rumah saya dan base station adalah 2-3 km dari base station XL di Kemayoran. Kecepatan yang diperoleh di dalam rumah tanpa menggunakan repeater biasanya lebih rendah dari itu, sekitar 400 Kbps. Arah antena sangat memengaruhi kecepatan, kesalahan arah akan menyebabkan menurunnya kecepatan.


Pipa pralon

Rancangan antena wajanbolic e-goen dan bazoka sangat sederhana. Proses penghitungan dapat menggunakan spreadsheet yang tersedia di situs Diklat Orari http://yb1zdx. arc.itb.ac.id/orari-diklat/.

Penghitungan antena didasarkan pada frekuensi uplink dan downlink yang digunakan. Dalam penghitungan antena, saya menggunakan frekuensi uplink 1,95 GHz dan downlink 2,14 GHz. Antena di-tune untuk bekerja pada frekuensi transmit 1,95 GHz.

Antena bazoka pada dasarnya hanya pipa pralon 4 (diameter 11 cm), panjang harus lebih dari 23 cm, dan dop pralon 4 di salah satu sisinya. Saya menggunakan pipa pralon 40 cm. Seluruh badan pipa pralon maupun dalam dop pralon ditutup plakban aluminium. Perangkat USB modem GlobeSurfer iCON 7.2 diletakkan dengan posisi berdiri dalam pipa pralon pada jarak 6,8 cm dari dop
pralon.

Antena wajanbolic agak berbeda sedikit dengan bazoka. Material yang dibutuhkan sama dengan wajanbolic, hanya ditambah wajan saja. Pipa pralon 4 di tutup plakban aluminium sepanjang 25 cm, di ujungnya diberi dop pralon yang diberi plakban aluminium di dalamnya. Perangkat modem USB GlobeSurfer iCON 7.2 diletakkan dalam posisi berdiri dalam pipa pralon pada jarak 6,8 cm dari dop pralon.

Ada bagian pralon yang sengaja dibuka tidak ditutup plakban aluminium sepanjang fokus wajan. Fokus wajan dapat dihitung menggunakan rumus Dw*Dw/16*dw, di mana Dw adalah diameter wajan dan dw adalah kedalaman wajan. Bagi pemula lebih disarankan membuat antena bazoka karena jauh lebih sederhana.

Persoalan dalam proses pembuatan antena ini adalah mencari kabel USB panjang. Kebanyakan kabel USB panjang akan menurunkan tegangan ke USB modem sehingga USB modem tidak terdeteksi. Sangat disarankan untuk menggunakan teknik USB Externder yang disambung menggunakan kabel UTP, seperti dijelaskan pada teknik wajanbolic pada situs http://pg.photos.yahoo.com/ph/gunpwk/my_photos.c.

Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat memberikan solusi murah bagi rekan-rekan yang kesulitan sinyal 3G di rumah. Mudah-mudahan bisa mendorong industri dalam negeri.



Onno W Purbo YC0MLC Koordinator Diklat Orari Pusat

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0707/30/tekno/3724329.htm
 

Only registered users can write comments!
+/- Comments
Search

3.21 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."


   
Quote this article in website
Save this to del.icio.us

Keywords : Artikel, Wifi LAN, Antena Wajanbolic E-goen dan Bazoka untuk Memperkuat Sinyal 3G


Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment

No comment posted



mXcomment 1.0.2 © 2007-2009 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
Sabtu, 04 Agustus 2007
Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 19 Juni 2008 )
 
< Sebelumnya
Advertisement

Joomulus

Koperasi Klik

Umpan RSS

Click Disini untuk berlangganan RSS Bentang Alam

100 pembaca sudah bergabung di berbagi cerita, bagaimana dengan Anda?

Daftarkan Email Disini


Lihat Tampilan Email Jangan Lupa untuk periksa email anda dan lakukan konfirmasi pendaftaran.

Syndicate

Visitor Scroll

 

Website ini adalah hasil kerja sukarela Tim Belajar Bentang Alam, dengan semangat berbagi pengetahuan dan tukar menukar informasi melalui media internet. Bentang Alam adalah kelompok belajar yang fokus pada pengelolaan data informasi berbasis web dan Geografic Information Syetem (GIS). Kelompok ini bersifat terbuka, mandiri dan independen. Anggota atau para pelajar di Kelompok ini terdiri dari individu yang memiliki visi untuk berbagai pengetahuan dan informasi.