Hari Sabtu, tanggal 6 Desember 2008 pukul 08.30-12.00 WIB di Bundaran
HI, Jakarta, Sarekat Hijau Indonesia (SHI) bersama Wahana Lingkungan
Hidup Indonesia (WALHI) menggelar Hari Aksi Global untuk Keadilan
Iklim. Agenda kegiatan meliputi: Melukis, Mengusung dan Deklarasi Bumi
Baru.
“Jangan membebek, jangan mau dikambinghitamkan”
Latar belakang
"Global
Day of Action on Climate" atau "Hari Aksi Global untuk isu perubahan
iklim" berlangsung sejak tahun 2005 dan telah menjadi kegiatan tahunan.
Diadakan setiap kali pada hari Sabtu yang jatuh ditengah-tengah
berlangsungnya pertemuan tahunan PBB mengenai perubahan iklim
(Conference
of Parties to the UNFCCC). Disebut sebagai hari aksi global karena pada
tanggal tersebut masyarakat sipil dari berbagai kota dunia akan beraksi
kurang lebih secara serentak menuntut keadilan iklim. Tahun ini
pertemuan COP UNFCCC akan berlangsung di Poznan, Polandia, dari tanggal
1 hingga 12 Desember, sehingga Global Day of Action jatuh pada hari
Sabtu, 6 Desember 2008.
Aksi tahun 2008
Tahun ini tuntutan aksi global ini berbunyi:
"Kami
menuntut para pemimpin dunia untuk segera mengambil langkah-langkah
pencegahan terganggunya keseimbangan iklim global yang menghancurkan.
Untuk itu seluruh dunia perlu secepat mungkin menyepakati traktat
pengurangan emisi yang lebih kuat yang adil dan efektif dalam
meminimalkan bahaya perubahan iklim.
Kami menuntut negara-negara
yang telah lama menjadi negara industri dan telah mengeluarkan emisi
gas rumah kaca terbanyak untuk bertanggung jawab dalam mitigasi
perubahan iklim dengan cara mengurangi emisi mereka dalam waktu
sesingkat-singkatnya dan berkontribusi dalam revolusi energi bersih di
negara berkembang. Negara maju harus bertanggungjawab untuk membiayai
langkah-langkah penyesuaian yang harus dilakukan, terutama oleh
negara-negara penghasil emisi rendah dengan sumber daya ekonomi yang
terbatas.
Yang pertama-tama akan terkena dampak terberat
perubahan iklim adalah kelompok termiskin. Maka dari itu, mereka yang
memiliki sumberdaya ekonomi untuk bertindak harus beraksi segera."
Tahun
lalu masyarakat sipil Indonesia terlibat dalam Hari Aksi Global ini
dengan fokus pada aksi di Denpasar bertepatan dengan pertemuan COP 13
di Nusa Dua, Bali.
Sarekat Hijau Indonesia dan WALHI
berinisiatif untuk melanjutkan rantai aksi global tersebut yang tahun
ini jatuh pada tanggal 6 Desember 2008. Aksi tahun ini juga akan
mengangkat isu krisis keuangan global yang tidak dapat dilepaskan dari
persoalan krisis ekologi. Kami memandang bahwa krisis multi-dimensi
global ini adalah persoalan ekonomi politik yang merupakan soal
penguasaan akses dan kontrol ekonomi, alokasi sumberdaya ekonomi, dan
distribusi manfaat atas sumber-sumber ekonomi. Gaya hidup konsumtif
kelompok dan masyarakat yang dapat menikmati tingkat kesejahteraan yang
tinggi dimungkinkan berkat penghisapan terhadap kekayaan alam dan modal
sosial di negara-negara selatan dan/atau negara yang lebih miskin,
serta terhadap kelompok yang lebih rentan pada umumnya. Gaya hidup dan
pola konsumsi mereka bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan hidup
dan tatanan sosial akibat eksploitasi yang membabi buta di
negara-negara yang menjadi sumber penghisapan.
Disisi yang lain,
kami menilai bahwa Pemerintah Indonesia terus membebek kepada negara
maju, yang berupaya mengalihkan tanggung-jawabnya kepada negara miskin
dan berkembang.
Tema
Tema utama aksi global dari Bundaran HI hingga Istana Negara di Jakarta adalah:
“Jangan Membebek, Jangan Mau Dikambing-hitamkan”
Dengan tuntutan atau seruan:
menuntut penurunan emisi dengan mengubah pola konsumsi di negara-negara kaya
menuntut penurunan emisi di negara-negara kaya tanpa praktik offseting
menuntut pelunasan utang ekologi oleh negara-negara kaya
menuntut jaminan atas akses dan kelola sumberdaya alam oleh rakyat untuk rakyat
mengukuhkan kemandirian dan kedaulatan rakyat atas energi, pangan dan air
menolak nuklir sebagai jawaban atas kebutuhan energi bersih masa depan
menolak keterlibatan lembaga keuangan internasional seperti bank dunia dalam pembiayaan penanganan perubahan iklim
Bentuk kegiatan
Aksi
akan mengambil bentuk kegiatan karnaval keberagaman dengan melibatkan
berbagai kelompok masyarakat luas. Semangat yang dipancarkan dari
karnaval adalah optimisme untuk mengubah dunia menjadi lebih baik
dengan semangat persaudaraan dan solidaritas ekologis. (“Bumi cukup
untuk kita semua tetapi tidak untuk ketamakan segelintir orang”- Gandhi)
Rincian acara
Tempat : Sepanjang jalan antara Bundaran HI dan Istana Negara
Waktu : 6 Desember 2008, pukul 8.30 – 12.00 WIB
8.30 – 10.00 : melukis bumi baru
10.00- 11.00 : berparade ke Istana Negara dengan mengusung bumi baru
11.00 – 12.00 : deklarasi bumi baru
Hubungan Masyarakat:
Ade Fadli - 0815 2055331 – adefadli[at]walhi.or.id (Eksekutif Nasional Walhi)
Andreas Iswinarto - 0815 11034333 - mataharikusatu[at]yahoo.com (Sarekat Hijau Indonesia)
admin
- Dukung Hari Aksi Global Untuk Keadilan Iklim
|SAdministrator
|2008-12-02 23:55:21
Halo Bentang Alam'ers
Untuk mendukung Hari Aksi Global Keadilan Iklim, kita buat web ring dengan memasang small banner 125x125 di website, blog atau portal masing-masing pelajar.
Masih ada waktu untuk mendesign small banner 125x125. Butuh relawan yang bisa bantu design bannernya.
Saya dan keluarga mendukung aksi Global Day Action ini .. semoga gerakan ini membawa perubahan yg baik pada iklim dan lingkungan sampai scope yg terkecil.
100 pembaca sudah bergabung di berbagi cerita, bagaimana dengan Anda?
Syndicate
Visitor Scroll
Website ini adalah hasil kerja sukarela Tim Belajar Bentang Alam, dengan semangat berbagi pengetahuan dan tukar menukar informasi melalui media internet. Bentang Alam adalah kelompok belajar yang fokus pada pengelolaan data informasi berbasis web dan Geografic Information Syetem (GIS). Kelompok ini bersifat terbuka, mandiri dan independen. Anggota atau para pelajar di Kelompok ini terdiri dari individu yang memiliki visi untuk berbagai pengetahuan dan informasi.