Bentang Alam | kelompok belajar yang fokus pada pengelolaan data informasi berbasis web dan Geografic Information System (GIS).

Selamat Natal dan Tahun Baru 2009


 
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
  • default color

Home arrow Bagi Cerita arrow Produk arrow info arrow Titik Api di Pulau Lembata
Titik Api di Pulau Lembata
Ditulis oleh Bentang Alam   
Kamis, 26 Juli 2007
Pulau Lembata dikenal berada dalam lingkaran sabuk api (ring of fire), dengan gunung-gunung api Pulau Lembata aktif baik di daratan maupun di laut. Pulau yang juga merupakan sebuah Kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendadak ramai dikunjungi pendatang dari Jakarta, Bandung, Jerman, Polandia, Singapura bahkan dari Australia. Mereka tidak bermaksud berwisata ke gunung api di Lembata, tapi sedang melakukan penelitian dan eksplorasi komoditas tambang dibawah bendera PT Pukuafu Indah (PI).  


Sepak terjak PI dalam industri keruk pertambangan sudah tidak diragukan lagi. Perusahaan swasta nasional milik Yusuf Merukh ini banyak terlibat pada industri tambang di Indonesia. Salah satunya adalah tambang batu hijau di Nusa Tenggara Barat (NTB).  

Dengan alasan semakin membaiknya kondisi pasar dunia untuk komoditas logam dasar khususnya tembaga, mendorong PI untuk mengembangkan usaha pertambagan komoditas ini. Dari sejumlah lokasi wilayah kontrak karya (KK) yang diajukan oleh PI salah satunya terletak di Kabupaten Lembata.
 
Blok Tambang PI Lokasi wilayah KK yang diusulkan PI meliputi hampir seluruh wilayah Kabupaten Lembata di Pulau Lomblen, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Luas blok wilayah KK tersebut mencapai 91.565 Ha ( 915.65 Km2 ) dengan kata lain seluruh wilayah Pulau Lembata dikapling untuk blok tambang. Untuk mengembangkan proyek ini PI mengandeng investor tambang asing asal Jerman yaitu KPG Kupfer-Produkte GmbH. Juga dididukung sepenuhnya oleh Perusahaan Merukh Enterprises (ME) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata.

Hal ini terungkap dari hasil pertemuan bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata dan Merukh Enterprises di Jakarta pada tangal 25-26 Aguastus 2006. Pertemuan ini membahas rencana Pembangunan Industri Tambang Terpadu di Pulau Lembata berdasarkan Kontrak Karya Pertambangan Generasi Otonomi Daerah (KKP-GOD).

{sidebar id=1} Beberapa catatan rekomendasi dari hasil pertemuan ini antara lain pertama, Surat Bupati Lembata kepada Menteri ESDM, memberi dukungan pada permohonan Kontrak Karya pertambangan PT Pukuafu Indah dan Kupfer Produkte GmbH, Jerman untuk diproses lebih lanjut. Kedua : Membentuk Tim Teknis yag terdiri dari unsure Pemda dan unsure Merukh Enterprises untuk menindaklanjuti hasil pertemuan 25-26 Agustus 2006 di Jakarta. Tugas Tim Teknis diantaranya mempersiapkan draft Kontrak Karya dan menyusun rekomendasi kepada Menteri ESDM dan Ketiga : Bupati Lembata menerbitkan surat keputusan perpanjangan Kuasa Pertambangan Eksplorasi tanggal 1 November 2005 No 111, agar pekerjaan eksplorasi segera dapat dilakukan oleh perusahaan.

PI mengklaim dengan dilaksanakannya proyek pertambangan terpadu di Lembata ini, Produk Regional Domestik Bruto (PRDB) akan mencapai lebih besar dari 13% hanya dalam 5 tahun. Padahal sebelumnya PRDB Lembata hanya 1,9 %. Disamping naiknya PRDB, dampak lain adalah income perkapita > USD 1000. Dengan adanya proyek ini juga akan terjadi trasformasi masyarakat tradisional menjadi “Masyarakat Industri Global”, demikian target percapain yang di klaim PI, namun penjelasan lajut tentang apa itu masyarakat industry global tidak dipaparkan.

Untuk menunjukan keseriusan PI, maka sejumlah konsultan nasional dan asing pun dilibatkan pada rencana pembagunan industri tambang terpadu ini. Diantaranya PT Lithoindo Bandung yang bekerja untuk menyusun Kajian Literatur “Prospek Tembaga dan Mineral Pengikutnya (DMP)Di Wilayah Permohonan Kontrak Karya (KK) Kabupaten Lembata Provinsi NTT. Urusan Tata Guna Tanah yang berwawasan global diserahkan pada konsultan global dari SAA (Singapore Architect Assosiation).

PI melaporkan bahwa proyek pengembangan industri pertambangan terpadu di Lembata banyak melibatkan perusahaan-perusahaan multinasional, berikut daftar perusahaan tersebut :  Kupfer Produkte GmbH-Jerman (Equity Partnership), KGHM Polska Meidz-Polandia (Equity Partnership), Norddeustsche Affinerie AG-Jerman (Equity Partnership), IKB Deutsche Industriebank-Jerman (Pendanaan), ThyssenKrupp Fordertechink-Jerman (Kontrak Mining), Bateman-Inggris (Processing menjadi kosentrat), Norddeutsche Affinerie AG-Jerman (Peleburan Tambaga) dan OAM-Australia (Project Security). Jika semua sudah diserahkan dan dikapling begini, lantas kesempatan kerja untuk penduduk lokal apa? Ya mungkin hanya yang tersisa yaitu sebagai buruh kasar, supir, tukang cabut rumput atau satpam.

Proyek yang seluruhnya diperkirakan akan menghabiskan investasi sebesar USD 10.000.000.000 untuk jangka waktu 15 sampai dengan 20 tahun berikut dengan segenap klaim pencapaian targetnya dari sisi ekonomi ternyata DITOLAK oleh masyarkat sekitarnya.

Berulang kali aksi penolakan disampaikan, yang terakhir massa berunjuk rasa di kantor Bupati Lembata (24/7). Massa dari Kecamatan Omesuri, Buyasuri dan Lebatukan itu menolak rencana eksplorasi dan pertambangan tembaga dan mineral ikutannya yang akan dilakukan oleh PI. Aksi ini juga sekaligus mengajukan surat mosi tidak percaya kepada Bupati Lembata. Jika demikian adanya, tidak salah jika disebutkan titik api baru telah muncul di Lembata, Akankah meledak seperti halnya gunung-gunung api di Lembata???
 
NEWS SERVICE:
{sidebar id=2}
 
Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 04 Agustus 2007 )
 
Berikutnya >
Advertisement

Joomulus

Koperasi Klik

Umpan RSS

Click Disini untuk berlangganan RSS Bentang Alam

100 pembaca sudah bergabung di berbagi cerita, bagaimana dengan Anda?

Daftarkan Email Disini


Lihat Tampilan Email Jangan Lupa untuk periksa email anda dan lakukan konfirmasi pendaftaran.

Syndicate

Visitor Scroll

 

Website ini adalah hasil kerja sukarela Tim Belajar Bentang Alam, dengan semangat berbagi pengetahuan dan tukar menukar informasi melalui media internet. Bentang Alam adalah kelompok belajar yang fokus pada pengelolaan data informasi berbasis web dan Geografic Information Syetem (GIS). Kelompok ini bersifat terbuka, mandiri dan independen. Anggota atau para pelajar di Kelompok ini terdiri dari individu yang memiliki visi untuk berbagai pengetahuan dan informasi.