Jika tidak ada aral melintang maka bisa dipastikan Indonesia akan memiliki ICT Training Center pada tahun 2010. Hal ini dimungkinkan karena adanya bantuan dana hibah dari Korea Selatan. Menurut Aizirman Djusan Badan Litbang SDM Depkominfo, dana hibah dari pemerintah Korsel sebesar 8,9 juta dollar AS dan sisanya dibebankan kepada pemerintah Indonesia dalam bentuk dana pendamping senilai Rp 15 miliar. Dana sebesar itu belum termasuk pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur jalan, listrik dan telepon yang harus disiapkan Universitas Al-Azhar dan pengembang Jababeka.
Kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Korea Selatan untuk membangun pusat pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau ICT Training Center senilai Rp 100 miliar di kawasan Jababeka, Cikarang juga di tegaskan oleh Menkominfo Mohammad Nuh dan Dubes Korsel untuk Indonesia, Lee Sun-jin dalam acara peletakan batu pertama direncanakan bakal dilakukan Rabu (7/5/2008).
Besar harapan proyek ini dapat berjalan sesuai rencana dan bebas dari grogotan korupsi. Jika tidak Training center ini diharapkan selesai dikerjakan dalam waktu dua tahun akan molor bahkan hanya akan menjadi cerita belaka. ICT Training Cener ini akan dijadikan sebagai pusat pelatihan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bertaraf internasional yang ditujukan bagi para pekerja dan calon pekerja terampil di bidang TIK dalam upaya meningkatkan kualitas, profesionalisme SDM Indonesia.
Aizirman mengatakan, "Kehadiran training center ini diharapkan tidak saja untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri tapi juga pasar global. Selain itu disiapkan untuk mencetak pekerja dan calon pekerja profesional di bidang industri TIK," tegasnya. Selain itu, imbuh Aizirman, training center ini juga diharapkan dapat menjadi centre of excellent dan model percontohan bagi pusat-pusat pelatihan TIK di Indonesia.
Dijelaskannya, training center ini terdiri dari sejumlah gedung dengan luas keseluruhan mencapai 1 hektar dan dibangun di atas tanah seluas 2,5 hektar. Selain sejumlah gedung asrama bagi peserta, pusat pelatihan ini juga memiliki ruang-ruang kelas, laboratorium, auditorium, fasilitas olahraga dan fasilitas lainnya. "Pembangunan training center ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerjasama antara Pemerintah Indonesia dalam hal ini Badan Litbang SDM, Depkominfo dengan Pemerintah Korea (KOICA), yang memberikan hibah atau grant," tukasnya.
Sumber : http://www.detikinet.com/
|